Di Depan Wamen Komdigi, Arizki Putra Rahman Tekankan Pentingnya Regulasi Khusus AI
#

Di Depan Wamen Komdigi, Arizki Putra Rahman Tekankan Pentingnya Regulasi Khusus AI



Jakarta – Dewan Perhimpunan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) menggelar National Law Forum 2026, pada hari Senin (25/8/2026) di Hotel Kutai Raja, Jakarta, sebuah forum diskusi yang membahas isu-isu strategis terkait tata kelola, hukum, teknologi, serta perkembangan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia.


Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang untuk memberikan perspektif mengenai tantangan dan peluang perkembangan teknologi terhadap dunia hukum dan kehidupan masyarakat. Forum ini dibuka dengan Berbagai dari H. Nezar Patria (Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI) serta paparan kunci oleh Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Pusat Politik dan Keamanan Indonesia / Puspolkam). Selanjutnya materi diskusi dibawakan oleh Joe Martin Chandra (Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia), Farida Dewi Maharani (Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital RI), Dr. Stepi Anriani (Akademisi, Peneliti & Pemerhati Intelijen Keamanan Nasional), serta Arizki Putra Rahman (IT Enthusiast & CEO Nbie Solutions).


Salah satu narasumber, Arizki Putra Rahman, IT Enthusiast sekaligus CEO Nbie Solutions, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya forum tersebut. Menurutnya, PERMAHI menunjukkan peran aktif dalam membuka ruang diskusi mengenai berbagai persoalan yang bersinggungan dengan hukum dan perkembangan teknologi.


“Terima kasih, saya pribadi hadir sebagai salah satu narasumber dalam acara Forum Hukum Nasional yang diadakan oleh PERMAHI. Tema yang diangkat sangat relevan, khususnya mengenai tata kelola dan bagaimana kita menghadapi perkembangan teknologi,” ujar Arizki dalam wawancara dengan awak media.


Arizki menjelaskan, dalam forum tersebut dirinya juga turut memberikan materi mengenai dasar-dasar pemanfaatan teknologi dan AI, termasuk melihat sisi positif maupun potensi ancaman yang dapat muncul seiring semakin luasnya penggunaan teknologi.


Menurutnya, perkembangan AI tidak hanya membutuhkan pemahaman teknologi, tetapi juga harus diimbangi dengan tata kelola dan regulasi yang mampu memberikan kepastian serta perlindungan bagi masyarakat.


“Ke depan bukan hanya regulasi mengenai penggunaan gadget atau informasi teknologi, tetapi kita juga membutuhkan regulasi terkait AI. Perkembangan AI harus diantisipasi dengan baik agar memberikan manfaat sekaligus mampu meminimalkan berbagai potensi ancaman, dan itu Pak Wamen Komdigi (Nezar Patria) sampaikan sudah memproses Peta Jalan AI Nasional” jelasnya.


Ia menilai, perkembangan teknologi memiliki dampak yang luas terhadap berbagai sektor, mulai dari hukum, pendidikan, ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sejarawan, praktisi, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat.


Arizki juga memberikan apresiasi terhadap PERMAHI yang dinilainya semakin aktif membuka ruang kolaborasi dan diskusi lintas sektor.


“PERMAHI sangat aktif dan membuka potensi kerja yang sama, baik dari sisi tata kelola AI, hukum, pendidikan hukum, ekonomi maupun sosial. Berbagai hal yang menyentuh aspek hukum dapat menjadi bahan pembahasan bersama,” katanya.


Ia berharap Forum Hukum Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan diskusi semata, namun dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang konkrit untuk disampaikan kepada pemerintah maupun lembaga terkait.


“Harapan kita, berbagai permasalahan yang berkaitan dengan hukum, teknologi, sosial dan pendidikan dapat dikaji bersama. Hasilnya kemudian bisa menjadi solusi dan rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah serta lembaga terkait,” tutur Arizki.


Lebih lanjut, Arizki menegaskan memastikan pentingnya perkembangan teknologi tetap berjalan dalam koridor nilai-nilai kemanusiaan.


Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan kemajuan Indonesia, bukan justru menjadi faktor yang memecah belah masyarakat.


“Pesan saya, perkembangan teknologi harus kita kawal bersama. Kita berharap Indonesia tetap bersatu, sesuai dengan martabat dan nilai-nilai Pancasila serta semangat Merah Putih,” tutupnya.